Rabu, 24 September 2014

Perang Salib : Hubungan Islam - Kristen

  SEJARAH HUBUNGAN ISLAM - KRISTEN
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Menggambarkan perjumpaan Islam dan Kristen dalam sejarah dapat diberi dua warna yang mencolok yakni warna kelam yang meliputi pertentangan, kecurigaan, permusuhan bahkan perang. Warna yang kedua warna cerah yang meliputi kehidupan bersama dalam hubungan damai, saling percaya dan memperkaya. Kedua warna ini lahir sebagai konsekwensi dari interaksi yang tak terhindarkan dan sadar atau tidak dialami oleh kedua belah pihak. Perjumpaan Islam dan Kristen bukan dimulai sejak perang salib. Jauh sebelumnya bahkan pada masa Nabi Muhammad s.a.w telah dicatat perjumpaan tersebut. Perluasan kekuasaan islam dengan cara militer (perang) sampai ke daerah-daerah kristen seperti pendudukan Spanyol bagian selatan dan daerah-daerah di Italia, Sisilia atau Perancis bagian selatan menimbulkan konsekwensi-konsekwensi tertentu, misalnya saja tersingkirnya kekuasaan lama oleh penguasa baru. Di Spanyol bangsawan Visighot terpaksa melarikan diri setelah pendudukan Dinasti Islam atas Spanyol. Namun dipihak lain sebuah kehidupan antarbudaya dan antaragama tidak dapat dielakkan. Montgomery watt mencatat bahwa masa sebelum perang salib, kaum Muslim, Kristen dan jahud di Spanyol dapat hidup berdampingan secara damai, hal ini disebabkan oleh pemahaman bahwa penaklukan Spanyol oleh dinasti Islam tidak dilatarbelakangi oleh semangat keagamaan bahkan sebaliknya menurut Watt gagasan-gagasan yang dominan pada waktu itu bukanlah gagasan keagamaan dalam hal ini Islami melainkan gagasan Arab sekular.
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Perang-perang Salib
Gambar. Benua Eropa
Perang Salib I
Berawal di Sisilia pada tahun 1050 ketika orang-orang Islam diusir. Hal yang sama terjadi juga di Spanyol. Pada tahun 1063 para tentara Salib Perancis dan Spanyol sepakat untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Islam . Paus merestui mereka. Pada tahun 1085 raja-raja Kristen di Spanyol Utara merebut Spanyol dari tangan orang Islam.
Dalam pada itu Byzantium yang terjepit oleh Turki meminta bantuan kepada Gereja Barat. Hal ini dimanfaatkan oleh Paus nuntuk memperluas pengaruhnya di Timur. Pada tahun 1094 Paus Urbanus II mengimbau orang Kristen barat untuk menolong Byzantium. Melalui Sungai Rhein dan Donau para tentara salib dari Jerman menuju Konstantinopel sambil membunuhi dan menyiksa orang-orang Yahudi. Kaisar Byzantium akhirnya terpaksa tunduk kepada Paus dan Gereja Barat. Padahal pandangan Gereja Timur terhadap perang ini berbeda dengan Gereja Barat. Bagi mereka ini bukanlah perang suci.
Di Asia Kecil tentara Salib beberapa kali mengalahkan orang-orang Turki,sehingga Kaisar Alexios sempat merebut kembali sebagian daerah yang hilang setelah tahun 1071. Lalu pada tahun 1097 tentara Sal ib berhasil menguasai Antiokhia dengan perjuangan berbulan-bulan dan menelan korban sangat banyak.Tentara Salib meneruskan perjalanan ke Yerusalem dan tiba di sana pada Juni1099. Orang-orang Kristen yang merupakan mayoritas diusir dari Yerusalem. Mereka mengepung kota. Yerusalem berhasil direbut oleh tentara Salib. Orang Yahudi dan Islam dibunuhi. Para pemimpin tentara Salib mendirikan Kerajaan Yerusalem (1099 – 1187) yang juga meliputi Antiokhia, Edesssa, dan Tripoli. Secara pemerintahan daerah ini di bawah Konstantinopel, namun gerejanya di bawah Paus di Roma.
Keberhasilan tentara Salib bukanlah karena keunggulan strategi militer. Keberhasilan mereka banyak ditentukan oleh kelemahan orang-orang Saljuk (Turki) akibat meninggalnya Malik Syah. Orang-orang Turki terpecah belah. Ciri khas tentara Salib ialah merusak apa saja yang ditemuinya dan membakarnya.
Perang Salib II (1147 – 1149)
Malik Syah digantikan oleh Imaduddin Zanki. Ia mengumpulkan sisa-sisa kekuatan Saljuk. Namun tak lama kemudian ia meninggal. Ia digantikan oleh anaknya, Nuruddin Zanki. Ia berhasil menumpas pemberontakan orang-orang Armenia. Kemenangan ini membuat orang-orang Eropa Barat bangkit lagi hasratnya untuk kembali ke dunia Timur.
Seorang rahib termasyur pada zaman itu, Bernard dari Clairvux, menghasut dan mengobarkan semangat Perang Salib kepada orang-orang Eropa Barat. Yang memimpin tentara Salib adalah raja Perancis, Louis VII dan kaisar Jerman, Konrad III. Di sini jelas sekali faktor dan motif politik semakin menonjol [13]. Namun usaha mereka gagal untuk menguasai Damaskus dan Askalon, karena dipatahkan oleh pasukan Nuruddin Zanki.
Perang Salib III (1189 – 1192)
Perang ini berawal dari kekalahan tentara Salib di Palestina dekat Tiberias (1187) dan penaklukan Yerusalem oleh Sultan Saladin dari Mesir. Tentara Salib dipimpin oleh kaisar Jerman, Friedrich III, Barbarossa, bersama dengan raja Inggris, Richard, dan raja Perancis, Philippe II. Raja Richard berhasil merebut kota Akko dan ia juga mengikat perjanjian dengan Sultan Saladin. Isi perjanjiannya ialah orang-orang Kristen diperbolehkan tinggal di daerah pesisir antara Tyrus dan Jaffa, serta para peziarah diperbolehkan mengunjungi Yerusalem secara bebas.
Perang Salib IV (1202 – 1204)
Paus Innocentius III (1198 – 1216) ingin menguasai Mesir dan mengirim tentara Eropa Barat untuk menyerang Mesir. Ekspedisi ini dibiayai oleh pemerintah Venesia. Pasukan ini ternyata tidak pernah tiba di Palestina. Kekuatannya dipergunakan untuk menghancurkan pesaing perdagangan Venesia, yaitu Konstantinopel. Tentara Salib akhirnya menduduki dan menjarah kota Konstantinopel, lalu dijadikan kekaisaran yang takluk pada Gereja Roma.
Perang Salib V (1218 – 1221)
Perang Salib ini cukup singkat. Sebelumnya Paus Innocentinus III mendorong usaha serangan militer ke Mesir. Paus penggantinya, Honorius III, meneruskan usaha ini. Tentara Salib berhasil menguasai kota Damietta di pantai Mesir (1219). Akan tetapi pada tahun 1221 kota terpaksa terlepas lagi. Pada masa inilah Fransiskus dari Asisi memulai usahanya untuk mengabarkan Injil kepada sultan Mesir, Al-Kamil.
Perang Salib VI (1248 – 1254)
Pada tahun 1244 Yerusalem diduduki kembali oleh tentara Islam. Raja Louis IX melakukan Perang Islam dan menyerang Mesir. Pada tahun 1249 kota Damietta diserbu, namun Louis IX gagal, dan bahkan menjadi tawanan perang. Ia berhasil dilepaskan setelah ditebus dengan banyak uang. Ia pulang ke Perancis pada tahun 1245.
Perang Salib VII (1270)
Antara tahun 1250 dan 1254 Raja Louis IX tinggal di Tanah Suci untuk membangun ulang kubu dan kekuasaan lewat usaha diplomasi, karena merasa gagal lewat perang . Berkat status dan wewenangnya ia berhasil menjadi penguasa di Kerajaan Yerusalem [19]. Sebelumnya ia sempat merebut kota Damietta di Mesir pada tahun 1249 (Perang Salib VI). Namun ketika menuju Kairo pasukannya dipukul mundur dan terserang penyakit pes. Ia sempat ditawan dan dibebaskan sebulan kemudian. Pada tahun 1270 Louis IX kembali memimpin penyerangan ke Tunisia. Namun ia meninggal karena terserang penyakit pes.
Sultan Baybars merupakan orang pertama di antara para sultan yang berhasil menghancurkan kekuatan tentara Salib. Ia adalah keturunan Mameluk dari Mesir. Pada tahun 1262 ia membangkitkan massa Saladin untuk kembali ke Asia Barat. Sebuah kota dan benteng yang dikuasai oleh tentara Salib direbutnya kembali, sehingga pada tahun 1286 kota Jaffa dapat juga ditaklukkan. Penyerangan berikutnya diteruskan ke Utara untuk merebut Antiokhia. Pada tahun 1289 Tripoli di Lebanon direbutnya juga. Pada tahun 1291 Akko, sebuah kota terpenting kekuatan tentara Salib, dapat ditaklukkannya. Sejak saat itu masa tentara Salib habis di seluruh benua Timur.
B.  Akibat Perang Salib
Akibat Perang Salib pada Gereja dan Islam di Eropa dan Timur Tengah Nyatalah bahwa tentara Salib tidak membawa damai, tetapi pedang; pedang itu adalah untuk memotong-motong dunia Kristen. Ketida ksetujuan doktrinal yang telah berlangsung lama dipaksakan kepada Gereja Timur oleh kebencian nasional yang mendalam. Perang Salib memang tidak memberikan maslahat apapun bagi orang-orang Kristen di Timur Tengah. Di mata tentara Salib orang-orang Yakobit, Koptik, Melkit, dan Nestorian merupakan orang-orang yang menyimpang dari ajaran yang benar.
Setiap terjadi Perang Salib orang-orang Kristen asli Timur Tengah didera penderitaan. Terjadi pembunuhan besar-besaran, baik atas orang-orang Islam maupun orang-orang Kristen asli, seperti yang terjadi di Antiokhia (1098 & 1268), Yerusalem (1099 & 1244), Caesarea (1101), Beirut (1110), Edessa (1146), Tripoli (1289), Akha (1291), dan Aleksandria (1365). Setelah pengusiranArmenia terkena getahnya. Orang-orang Kristen tidak lagi dipercaya oleh penguasa-penguasa Islam. Sikap toleran terhadap orang-orang Kristen juga meluntur dan jurang antara kaum Kristen dan Islam diperdalam. Perang Salib mempercepat kemunduran Gereja Timur.
Tidak dapat disangkal bahwa warna kelam dari peristiwa tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan ini telah memberi kontribusi yang cukup dominan dalam kelanjutan hubungan dan perjumpaan pengikut kedua agama besar ini di dunia. Goseran sejarah ini pun pernah bahkan bagi sebagian orang di  Indonesia masih mewarnai hubungan umat Islam dan Kristen, meskipun secara tidak langsung masyarakat Indonesia tidak terlibat didalamnya, namun kedua agama yang dibawa ke Indonesia telah memiliki catatan sejarah yang kelam.
Namun tidak dapat disangkal pula bahwa perang salib telah melahirkan paradigma baru dalam hubungan Islam-Kristen. Bersamaan dengan hadirnya tentara-tentara salib didaerah-daerah Islam, berlangsung pula hubungan dagang antara wilayah-wilayah Kristen Eropa dengan pedagang Islam Arab. Hubungan ini anehnya tidak terputus akibat perang salib, malahan berjalan beriringan. Disamping itu fenomena yang lebih menarik lagi adalah kenyataan akan hubungan Islam dan Barat dalam bidang Ilmu Pengetahuan. Pada masa-masa perang salib inilah terjadi peningkatan penerjemahan karya-karya Arab seperti karya-karya agung dari Averoes dan Ibn Sinna kedalam bahasa latin. Pada masa inipun semangat dari pihak barat untuk mempelajari karya-karya ilmiah Arab semakin meningkat. 
C.  Faktor-faktor Terjadinya Perang Salib
Peristiwa perang salib yang berlangsung kurang lebih 3 abad lamanya dan dalam bentuk 7 tahap dilatarbelakangi oleh motivasi yang berbeda-beda. Yang melatarbelakangi perang salib pertama sampai pada perang salib yang ke-3 paling tidak ada 2 faktor yang bagi para penguasa dan elit agama di Eropa dalam hal ini Paus (pimpinan gereja katolik) perlu untuk mengangkat pedang untuk menyatakan perang terhadap kekuatan Islam. Kedua faktor tersebut adalah:
a.    faktor internal yakni konflik internal Eropa: Sampai pada abad pertengahan, kekristenan (Gereja) bergandengan tangan dan menjalin hubungan yang mesra namun manipulatif dengan kekuasaan politik atau kekaisaran. Hubungan yang demikian praktis melahirkan konsekwensi tersendiri: agama dijadikan alat penglegitimasian kekuasaan dan demikian halnya sebaliknya politik dijadikan sarana untuk mencapai tujuan-tujuan seperti otoritas keagamaan; interes politik menjadi interes agama dan sebaliknya; agama me- dan di- manipulasi oleh politik dan sebaliknya. Kekuatan politik dipakai untuk menghadapi lawan-lawan gereja seperti kelompok yang diklaim sebagai kafir dan kelompok sekte atau heresi.
Kekaisaran Byzantinum dalam ancaman penguasa Islam berbangsa Turki Seljuk dan Byzantinum mengalami kekalahan dalam peperangan tersebut. Akibat dari kekalahan ini, penguasa Byzantinum memohon bantuan militer kepada Paus Urbanus II. Permohonan bantuan ini dilihat sebagai momentum untuk mengatasi konflik antara kedua pusat kekristenan, yakni gereja Katolik dengan pusatnya Roma dengan gereja  Orthodox Timur Byzantinum dengan pusatnya Konstantinopel. Dengan kata lain dibalik perang terhadap penguasa Islam ada terselip maksud pemersatuan gereja barat dan timur. Maksud tersebut hingga dewasa ini tidak tercapai, sampai saat ini kedua pusat kekristenan: Gereja Katolik Roma dan Gereja Orthodox Timur masih terpisah. 
b.    Faktor eksternal: Islam sebagai kekuatan yang mengancam Eropa.
Peradaban Islam pada abad ke –11 tengah mengalami kemajuan yang sangat pesat di hampir dalam segala bidang. Bukan saja arsitektur yang megah melalui bangunan-bangunan mesjid yang luarbiasa indahnya menjadi simbol bangkitnya peradaban Islam dewasa itu, namun di bidang Ilmu Pengetahuan, Astronomi, Filsafat dan Medis pun Islam pernah menjadi parameter dunia. Munculnya nama-nama besar seperti Avveroes (Ibn Rush) sang Filosof yang karya terjemahan dan komentarya terhadap karya Filosof Yunani Aristoteles dipakai oleh para teolog Barat seperti Thomas Aquino, atau sang Dokter ternama Ibn Sinna (Avicienna) yang karyanya digunakan cukup lama di sekolah-sekolah kedokteran Eropa. Bangkitnya peradaban dibarengi dengan perluasan kekuasaan Islam. Hingga Abad ke-11 Islam telah menguasai wilayah-wilayah kekaisaran Byzantinum seperti Suria, Mesir bahkan seluruh daerah Afrika Utara (sampai Marroko). Perluasan kekuasaan ini kearah barat sampai ke Spanyol Selatan dan kearah timur, Islam menguasai wilayah-wilayah seperti Rusia bagian selatan (Transoxania) bahkan telah menguasai Asia Tengah sampai ke Afganistan.
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Menggambarkan perjumpaan Islam dan Kristen dalam sejarah dapat diberi dua warna yang mencolok yakni warna kelam yang meliputi pertentangan, kecurigaan, permusuhan bahkan perang. Warna yang kedua warna cerah yang meliputi kehidupan bersama dalam hubungan yang damai, saling percaya dan memperkaya. Kedua warna ini lahir sebagai konsekwensi dari interaksi yang tak terhindarkan dan sadar atau tidak dialami oleh kedua belah pihak. Perjumpaan Islam dan Kristen bukan dimulai sejak perang salib. Jauh sebelumnya bahkan pada masa Nabi Muhammad s.a.w telah dicatat perjumpaan tersebut. Perluasan kekuasaan Islam dengan cara militer (perang) sampai ke daerah-daerah Kristen seperti pendudukan Spanyol bagian selatan dan daerah-daerah di Italia, Sisilia atau Perancis bagian selatan menimbulkan konsekwensi-konsekwensi tertentu, misalnya saja tersingkirnya kekuasaan lama oleh penguasa baru.
Berawal di Sisilia pada tahun 1050 ketika orang-orang Islam diusir. Hal yang sama terjadi juga di Spanyol. Pada tahun 1063 para tentara Salib Perancis dan Spanyol sepakat untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Islam. Paus merestui mereka. Pada tahun 1085 raja-raja Kristen di Spanyol Utara merebut Spanyol dari tangan orang Islam.
Perang Salib ini cukup singkat. Sebelumnya Paus Innocentinus III mendorong usaha serangan militer ke Mesir. Paus penggantinya, Honorius III, meneruskan usaha ini. Tentara Salib berhasil menguasai kota Damietta di pantai Mesir (1219).
Daftar Pustaka
  Albert Hourani, Deri Islam im europaeischen Denken, S Fischer 1994
  Ulrich Haarmann (ed), Geschichte der arabischen Welt, C.H.Beck, 1991
  Montgomery Watt, Islam dan Peradaban Dunia. Pengaruh  Islam atas Eropa Abad Pertengahan, Gramedia 1995
diunduh dari http://rosmidahputrirauf.blogspot.com/2012/11/hubungan-islam-dengan-eropa-perang-sahib.html

Senin, 22 September 2014

Penjelajahan Portugis


Vasco da Gama

DIA itulah, Vasco da Gama, penyelidik Portugis yang menemukan jalur jalan laut langsung dari Eropa ke India dengan berlayar mengelilingi Afrika.

Orang-orang Portugis sudah lama mencari jalur ini sejak saat Pangeran Henry Sang Navigator (1394-1460). Tahun 1488 sebuah ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Bartolomeus Dias telah sampai dan mengitari Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika dan kembali ke Portugis. Dengan keberhasilan ini, Raja Portugis mahfum bahwa usaha lama mencari jarak terpendek ke India kini hampir mendekati kenyataan. Tetapi, ada pelbagai penundaan, dan baru tahun 1497 sebuah ekspedisi ke India benar-benar dilaksanakan. Untuk memimpin ekspedisi itu raja menunjuk Vasco da Gama, seorang bangsawan dari kelas rendahan yang lahir sekitar tahun 1460 di kota Sines, Portugis.

Da Gama bongkar sauh tanggal 8 Juli 1497, terdiri empat kapal di bawah komandonya dengan jumlah kelasi seluruhnya 170 orang termasuk penterjemah bahasa Arab. Pertama ekspedisi berlayar menuju kepulauan Tanjung Verde. Lalu, daripada dia telusuri pantai Afrika seperti dilakukan oleh Dias, da Gama berlayar menuju selatan, jauh di luar Samudera Atlantik. Dia berlayar terus jauh ke selatan, dan kemudian membelok ke timur mencapai Tanjung Harapan. Ini merupakan pilihan yang jitu, lebih cepat ketimbang menyusuri pantai ke selatan, biarpun perbuatan ini memerlukan keberanian lebih banyak dan kelihaian navigasi. Akibat rute yang dipilihnya, kapal-kapal Gama tidak kelihatan dari daratan selama tidak kurang dari sembilan puluh tiga hari --lebih lama dua setengah kali dari yang dialami kapal Colombus!

Da Gama mengitari Tanjung Harapan pada tanggal 22 Nopember, kemudian berlayar ke utara menyelusuri pantai timur Afrika. Dalam pelayaran ke utara itu dia membuang sauh di pelbagai kota yang dikuasai orang Muslim, termasuk Mambasa dan Malindi yang kini bernama Kenya. Di Malindi dia ambil seorang penunjuk jalan bangsa India yang menuntunnya selama 23 hari melintasi Laut Arab menuju India. Tanggal 20 Mei 1498, sekitar 10 bulan sesudah keberangkatannya dari Portugis da Gama sampai di Calicut, kota pusat perdagangan paling penting di India bagian selatan. Penguasa Hindu di Calicut, Zamorin, mulanya menyambut baik kedatangan da Gama. Tetapi, kemudian Zamorin merasa kecewa karena hadiah upeti yang dipersembahkan da Gama kelewat murah harganya. Berkaitan dengan kekejaman pedagang-pedagang Muslim yang menguasai rute jalan perdagangan di Samudera Hindia, ini menjadi halangan buat da Gama meneruskan transaksi dagang dengan Zamorin. Kendati begitu, ketika da Gama meninggalkan Calicut bulan Agustus, da Gama diberi muatan rupa-rupa rempah-rempah agar disampaikan kepada pemerintahnya di Portugis, begitu juga sejumlah orang India.

Perjalanan pulang rupanya lebih sulit ketimbang pergi. Makan jangka waktu sekitar 3 bulan melintasi Laut Arab dan banyak awak kapal yang mati karena penyakit darah akibat kebanyakan makan daging tetapi kekurangan buah dan tumbuhan. Akhirnya cuma dua kapal selamat sampai di rumah: kapal pertama berlabuh di Portugis tanggal 10 Juli 1499 dan kapal da Gama sendiri baru sampai 2 bulan kemudian. Hanya 55 anak buahnya dapat bertahan hidup, berarti kurang dari sepertiga tatkala berangkat memulai pengembaraan. Tetapi, ketika da Gama kembali ke Lisabon tanggal 9 September 1499, baik dia maupun Raja memahami betul bahwa perjalanan dua tahun itu merupakan suatu sukses besar.

Enam bulan kemudian, Raja Portugis kirim lagi ekspedisi lanjutan di bawah pimpinan Pedro Alvares Cabral. Cabral tiba pada saat yang tepat di India, menemukan rute perjalanan ke Brazil (kendati para historikus percaya bahwa sudah ada orang Portugis lain yang menemukannya lebih dulu), dan kembali ke Portugis membawa tumpukan rempah-rempah. Tetapi, beberapa anak buah Cabral terbunuh di Calicut sehingga tahun 1502 da Gama dikirim kembali ke sana untuk melakukan hukuman pembalasan, membawa armada yang terdiri dari 20 kapal.

Tingkah laku da Gama dalam ekspedisi ini betul-betul ganas. Di luar perairan pantai India dia merampas sebuah kapal Arab yang sedang lewat dan sesudah memindahkan muatannya tetapi tidak penumpangnya, dia bakar kapal itu di tengah laut. Kesemua penumpang yang ada di atas kapal, termasuk wanita dan anak-anak, musnah. Ketika dia sampai di Calicut da Gama dengan congkak minta agar Zamorin mengahalau semua Muslim dari pelabuhan. Ketika Zamorin bimbang, da Gama menangkapnya dan membunuhnya, dan menyisihkan 37 pelaut-pelaut India lantas dibomnya pelabuhan itu. Murka tetapi tak berdaya orang-orang Zamorin mengabulkan permintaan da Gama. Dalam perjalanan pulang da Gama mendirikan beberapa koloni Portugis di Afrika Timur.

Untuk hasil karya ini dia peroleh hadiah besar dari Raja Portugis, diberi gelar kebangsawanan, diberi perkebunan, diberi jaminan pensiun dan rupa-rupa hadiah uang. Da Gama tidak kembali ke India hingga tahun 1524 ketika Raja baru Portugis mengangkatnya jadi Raja muda India. Beberapa bulan sesudah tiba di India dia jatuh sakit dan meninggal di sana bulan Desember 1524. Dia akhirnya dimakamkan kembali di Lisabon. Da Gama beristri dan punya tujuh anak.

Arti penting utama perjalanan Vasco da Gama adalah karena dia membuka jalur laut langsung antara Eropa dan India serta Timur Jauh, yang faedahnya bisa turut dikecap oleh banyak negara.

Dalam jangka pendek, faedah terbesar karuan saja jatuh pada Portugis. Melalui jalur perdagangan baru ke Timur, negeri yang tadinya melarat ini di pinggiran Eropa yang berbudaya mendadak sontak jadi negeri terkaya di Eropa. Portugis dengan cepat mendirikan koloni-koloni jajahan di seputar Samudera Indonesia. Mereka punya benteng-benteng dan pos-pos serdadu di India, Indonesia, Madagaskar, di pantai timur Afrika dan di banyak tempat lagi. Ini sudah barang tentu merupakan tambahan belaka dari daerah yang mereka sudah kuasai seperti Brasil dan daerah-daerah jajahan lainnya di belahan barat Afrika yang sudah mereka bangun bahkan sebelum perjalanan Vasco Da Gama. Orang-orang Portugis berhasil mempertahankan daerah-daerah jajahan ini hingga pertengahan abad ke-20.

Pembukaan jalur perdagangan baru ke India oleh Vasco da Gama membawa akibat kemunduran luar biasa buat pedagang-pedagang Muslim yang tadinya menguasai jalur perdagangan di Samudera Indonesia. Pedagang-pedagang Muslim ini segera sepenuhnya dikalahkan dan tempatnya digantikan oleh Portugis. Lebih jauh dari itu, jalur perdagangan lewat darat antara India ke Eropa menjadi tidak berguna karena jalur laut lewat Afrika yang dirintis oleh Portugis jauh lebih murah. Ini merupakan pukulan pahit baik buat orang-orang Turki Ottoman maupun kota-kota perdagangan Itali (seperti Venesia) yang tadinya menguasai perdagangan ke Timur. Tetapi, bagi Eropa lainnya ini berarti barang-barang dari Timur Jauh berharga lebih murah daripada semula.

Akhirnya, pengaruh terbesar dari perjalanan Vasco da Gama tidaklah terhadap Eropa atau Timur Tengah, tetapi lebih banyak terhadap India dan Asia Tenggara. Sebelum tahun 1498 India terpencil dari Eropa. Memang, sepanjang sejarah India merupakan satu negeri berdiri sendiri, kecuali ada pengaruh luar yang datang dari arah barat laut. Perjalanan Vasco da Gama mendobrak keterasingan ini dan menyuguhkan hubungan langsung dengan kebudayaan Eropa lewat jalur laut. Pengaruh serta kekuatan Eropa tumbuh lebih mantap dan lebih kuat di India, hingga pada pertengahan abad ke-19 seluruh anak benua itu jatuh ke bawah kekuasaan mahkota kerajaan Inggris. (Perlu dicatat, inilah satu-satunya saat dalam sejarah bahwa India dipersatukan di bawah satu penguasa). Sedangkan untuk Indonesia, mulanya sekedar peroleh pengaruh Eropa, kemudian seluruhnya jatuh di bawah kekuasaan Eropa. Hanya sesudah pertengahan abad ke-20 daerah-daerah ini memperoleh otonominya.

Tokoh yang jelas bisa disejajarkan dengan Vasco da Gama adalah Christopher Colombus. Dalam beberapa hal, perbandingan ini memberi kelebihan kepada Vasco da Gama. Perjalanannya, misalnya, jauh lebih membawa hasil yang mengesankan. Dan jauh lebih lama dari perjalanan Colombus baik diukur dari jarak maupun lamanya. Lebih dari tiga kali lipat! Dan memerlukan kelihaian navigasi lebih banyak. (Colombus, tak peduli berapa dia kehilangan arah, paling-paling dia tidak menemukan Dunia Baru, sedangkan Vasco da Gama akan kehilangan Tanjung Harapan dan lenyap entah ke mana di Samudera Indonesia). Lebih jauh dari itu, tidak seperti Colombus, Vasco da Gama berhasil sampai ke tujuan yang direncanakannya.

Tentu bisa diperdebatkan, Vasco da Gama tidak menemukan Dunia Baru, tetapi sekedar membuat hubungan antara orang-orang Eropa dengan negeri-negeri yang memang sudah berpenduduk. Jika demikian halnya, apa bedanya dengan Colombus.

Perjalanan Colombus akhimya punya pengaruh yang luar biasa terhadap kebudayaan yang belum berkembang di Dunia Baru; perjalanan da Gama akhirnya menghasilkan perubahan budaya India dan Indonesia. Dalam hal menilai arti penting antara Colombus dan Vasco da Gama, satu hal perlu diingat, kendati Amerika Selatan dan Amerika Utara jauh lebih besar ketimbang India, tetapi India punya penduduk lebih banyak dari semua penduduk Dunia Baru digabung jadi satu!

Namun bagaimanapun juga, jelas Colombus lebih berpengaruh luas ketimbang Vasco da Gama. Pertama, pelayaran mengelilingi Afrika menuju India bukanlah berasal dari keinginan Vasco da Gama sendiri. Raja Portugislah yang memutuskan mengirim ekspedisi itu jauh sebelum dia memilih Vasco da Gama untuk memimpinnya. Sedangkan ekspedisi Colombus muncul dari dorongan Colombus sendiri, dan berkat pendekatan dan cara merebut hatilah sehingga Ratu Isabella bersedia menunjangnya dengan keuangan. Kalau saja tidak karena Colombus, Dunia Baru (walaupun cepat atau lambat akan ditemukan orang juga) baru akan diinjak orang entah berapa tahun kemudian, dan mungkin oleh warga Eropa lain. Selain itu, andaikata Vasco da Gama tidak diberanakkan oleh bundanya ke dunia ini, raja Portugis tinggal pilih orang lain memimpin ekspedisi itu. Bahkan andaikata Vasco da Gama tidak becus dan gagal, orang Portugis tidak akan menyetop niatnya cari jalur langsung ke India jika tampak olehnya kemungkinan itu tidak jauh. Dan, kalau saja Portugis tidak mendirikan pangkalan-pangkalan di sepanjang pantai barat Afrika, sedikit sekali kemungkinan bangsa-bangsa Eropa lain mampu menjejakkan kakinya pertama kali di India.

Kedua, pengaruh Eropa atas India dan Timur Jauh tidaklah sebanding dengan pengaruh Eropa atas Dunia Baru. Kebudayaan India cepat berubah sesudah ada kontak dengan Barat. Tetapi, dalam tempo beberapa dekade sesudah pelayaran Colombus, kebudayaan Dunia Baru malahan boleh dibilang hancur luluh. Juga tak ada persamaan antara India dengan berdirinya Amerika Serikat di Dunia Baru itu.

Seperti halnya orang tidak bisa memberi pujian (atau kutukan) kepada Christopher Colombus atas semua peristiwa yang terjadi di Dunia Baru, begitu pula orang tidak bisa menghargai Vasco da Gama dengan semua hasil-hasil dari adanya kontak antara Eropa dan Timur. Vasco da Gama hanyalah membuat salah satu mata rantai saja karena banyak lagi orang yang dapat dicatat sebagai perintis: Henry Sang Navigator, sejumlah pelaut Portugis yang menjelajahi pantai barat Afrika; Bartolomeus Dias; Vasco da Gama sendiri; para pengganti sesudahnya (seperti Fransisco de Almeida dan Alfonso d'Albuquerque); dan masih banyak lagi.

Sumber : Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah oleh Michael H. Hart. 
http://ilmu-online-gratis.blogspot.com/2010/09/vasco-da-gama.html

Sabtu, 20 September 2014

Website Penting Sejarah



http://www.duniaku.net
http://www. sejarah-di-dunia.blogspot.com/
http://www.bukukita.com/
 
http://sejarahsemesta.blogspot.com/2013/01/perlawanan-terhadap-belanda.html

Jumat, 19 September 2014

KERAJAAN KALINGGA

Letak Kerajaan Kaling atau Holing, diperkirakan di Jawa Tengah. Nama Kaling berasal dari Kalingga, nama sebuah kerajaan di India Selatan. Sumbernya adalah berita Cina yang menyebutkan bahwa kotanya dikelilingi dengan pagar kayu, rajanya beristana di rumah yang bertingkat, yang ditutup dengan atap, Orang-orangnya sudah pandai tulis-menulis dan mengenal juga ilmu perbintangan.
http://www.sabenggo.com
Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.
Yang sangat tampak bagi orang Cina ialah orang Kaling (Jawa), kalau makan tidak memakai sendok atau garpu, melainkan dengan jarinya saja. Minuman kerasnya yang dibikin ialah air yang disadap dari tandan bunga kelapa (tuak).
Diberitakan pula bahwa dalam tahun 640 atau 648 M kerajaan Jawa mengirim utusan ke Cina. Pada tahun 666 M, dikatakan bahwa tanah Jawa diperintah oleh seorang raja perempuan yakni dalam tahun 674 – 675 M, orang-orang Holing atau Kaling (Jawa) menobatkan raja perempuan yang bernama Simo, dan memegang pemerintahannya dengan tegas dan bijaksana.
Berdasarkan sumber-sumber mengenai kerajaan Kaling tersebut, dapat diketahui bagaimana keadaan :
Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat
Dalam berita Cina disebut adanya raja atau Ratu Sima, yang memerintah pada tahun 674 M. Beliau terkenal sebagai raja yang tegas, jujur dan bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas, hal ini terbukti pada saat raja Tache ingin menguji kejujuran rakyat Kaling. Diletakkanlah suatu pundi-pundi yang berisi uang dinar di suatu jalan. Sampai tiga tahun lamanya tidak ada yang berani mengambil.
Keadaan sosial dan ekonomi kerajaan Kaling
Mata pencaharian penduduknya sebagian besar bertani, karena wilayah Kaling dikatakan subur untuk pertanian. Perekonomian, sudah banyak penduduk yang melakukan perdagangan apalagi disebutkan ada hubungan dengan Cina.
Di Puncak Rahtawu (Gunung Muria) dekat dengan Kecamatan Keling, Jepara di sana terdapat empat arca batu, yaitu arca Batara Guru, Narada, Togog, dan Wisnu. Sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan bagaimana mengangkut arca tersebut ke puncak itu mengingat medan yang begitu berat. Pada tahun 1990, di seputar puncak tersebut, Prof Gunadi dan empat orang tenaga stafnya dari Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta (kini Balai Arkeologi Yogyakarta) menemukan Prasasti Rahtawun. Selain empat arca, di kawasan itu ada pula enam tempat pemujaan yang letaknya tersebar dari arah bawah hingga menjelang puncak. Masing-masing diberi nama (pewayangan) Bambang Sakri, Abiyoso, Jonggring Saloko, Sekutrem, Pandu Dewonoto, dan Kamunoyoso.
Peninggalan Kerajaan Ho-ling atau kerajaan Kaling (Kalingga) adalah Prasasti Tukmas dan Prasasti Sojomerto : 
Prasasti Tukmas
Prasasti Tukmas di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag Magelang di Jawa Tengah. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak, kelasangka, cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu.
Prasasti Sojomerto
Prasasti Sojomerto ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
Peninggalan dari kerajaan Kalingga juga ada dua candi yaitu Candi Angin dan Candi Bubrah.
Candi Angin

Candi Angin ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Candi Bubrah, Jepara
Candi Bubrah ditemukan di Desa Tempur Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara Jawa Tengah
Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan.

Related articles

Daftar Isi



Kamis, 18 September 2014

Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kebangkitan Nasional 1908

BAB I
 
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Indonesia memperoleh kemerdekaan dalam waktu yang lama. Banyak para pahlawan yang gugur demi mempertahankan bumi perti tercinta. Mereka mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk mengejar sebuah kata merdeka. Sebelum tahun 1908, telah banyak bangsa lain yang ingin menjajah dan menguasai Indonesia. Mereka banyak memeras, menindas, dan merampas hak-hak rakyat Nusantara. Banyak perlawanan dari pahlawan-pahlawan kita yang masih bersifat kedaerahan. Muncul banyak tokoh-tokoh yang memegang andil besar dalam perlawanan terhadap penjajahan yang bangsa lain lakukan.
Kebangkitan Nasional adalah masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan,kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Dalam masa ini muncul sekelompok masyarakat indonesia yang menginginkan adanya perubahan dari masyarakat indonesia yang selama ini dijajah dan ditindas oleh bangsa lain seperti belanda,jepang,dll. Kebangkitan nasional Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo. Sedangkan kebangkitan pemuda Indonesia ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah Pemuda. Kedua peristiwa itu merupakan bagian dari peristiwa yang menjadi tonggak sejarah kemerdekaan negara indonesia.
Dan kini,tugas kita sebagai penerus bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan ini. Jadi untuk mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan kita terdahulu pada masa sebelum dan sesudah Kebangkitan Nasional (1908), maka disusunlah makalah ini dengan judul “ Perjuangan Bangsa Indonesia melawan sistem penjajah pada masa sebelum dan sesudah Kebangkitan Nasional 1908 ”.
1.2             RUMUSAN MASALAH
1.         Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan system penjajah pada masa sebelum Kebangkitan Nasional 1908 ?
2.         Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan system penjajah pada masa sesudah Kebangkitan Nasional 1908 ?
1.3       TUJUAN
1.         Untuk memenuhi tugas mata kuliah
2.         Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908      
3.         Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sesudah Kebangkitan Nasional 1908
1.4              MANFAAT
1.         Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908
2.         Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sesudah Kebangkitan Nasional 1908
BAB II
PEMBAHASAN
2.1              PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SEBELUM KEBANGKITAN NASIONAL 1908
2.1.1        Perjuangan Melawan Portugis
Perjuangan pertama dlakukan oleh rakyat malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan Sunda Kelapa.
a.       Perjuanagn Rakyat Malaka
Pada tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap Portugis  namun Malaka dapat di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan. Akhirnya Malaka jatuh ke portugis pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu oleh Portugis  Sultan Mahmud Syah I  lari ke pulau Kampar hingga wafatnya 1528.
b.      Perjuangan Rakyat Johor
Dipimpin oleh Alaudin Ri’ayat Syah II mulai tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil Syah I (1580-1597) dapat menangkis serangan Portugis.
c.       Perjuangan Rakyat Demak
Dipimpin oleh Dipati Unus. Pada tahun 1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap Portugis, dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali Malaka namun tidak berhasil
d.      Perjuangan Rakyat Maluku
Berhasil menaklukkan Malaka tahun 1511 kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai penghasil rempah-rempah. Tahun 1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Sulatan Harun dari Ternate. Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras dan menindas rakyat, penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat rakyat melakukan perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Hairun melakukan perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan dalih untuk mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun. Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera bersatu padu melawan Portugis. Tanggal 18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Ternate.
e.       Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa
Fatahillah seorang ulama dari Demak yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat memimpin rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah menyerang orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis terusir kembali ke Malaka. Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah kemudian berdirilah kerajaan Banten.
                                                                    
2.1.2        Perjuangan Menentang Penjajah Belanda
Perjuangan menentang Belanda menggunakan kekerasan senjata dimulai sejak awal abad ke tujuh belas sampai abad dua puluh. Pada abad ke-16 penentangan dilakukan oleh:
1.         Sultan Agung dari Mataram (1613-1645).
2.         Sultan Hasanuddin dari kerajaan Goa Sulawesi Selatan (1667)
3.         Sultan Ageng Tirtayasa (1684)
4.         Sultan Iskandar Muda dari Aceh (1635)
5.         Untung Suropati dan Trunojoyo (1670)
6.         Ibnu Iskandar dari Minangkabau (1680)
Yang berjuang pada abad ke-19 antara lain:
1.         Pattimura dari Maluku (1817)
2.         Pangeran Diponegoro (1825-1830)
3.         Imam Bonjol dari Minangkabau (1822-1837)
4.         Sultan Badaruddin dari Palembang (1817)
5.         Pangeran Antasari dari Kalimantan (1860)
6.         Jelantik dari Bali (1850)
7.         Anak Agung Made dari Lombok (1895)
8.         Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak Dien (1873-1904)
9.         Si singamangaraja dari Batak (1900)
Perlawanan membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat terusir dari tanah air Indonesia.
2.1.3        Kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia :
1.         Perlawanan secara sporadic dan tidak serentak
2.         Perlawanan dipimpin oleh pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
3.         Sebelum masa 1908 perlawanan menggunakan kekerasan senjata
4.         Para pejuang di adu domba oleh penjajah (devide et impera politik memecah belah bangsa Indonesia)
2.2              PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SETELAH KEBANGKITAN NASIONAL 1908
2.2.1    Penjajahan Jepang 1942-1945
Kedatangan Jepang semula disambut gembira karena dianggap sebagai tentara pembebas yang akan melepaskan belenggu rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan belanda propagandanya menyatakan bahwa jepang (Nippon) adalah saudara tua, pemimpin asia, pelindung asia, dan untuk kemakmuran asia. Pada awalnya  memperoleh simpati rakyat namun pada akhirnya menjajah dan mengeksploitas dengan sangat kejam, masa penjajahannya hanya 3,5 tahun namun membuat bangsa Indonesia sangat menderita. Penjajahan Jepang berakhir saat jepang harus menyerah tanpa syarat terhadap sekutu pada tanggal 14 agustus 1945 setelah secara berturut-turut Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh amerika serikat tanggal 6 dan 9 agustus 1945.
2.2.2       Penderitaan di Bawah Penjajahan
Selama berabad-abad mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah memperlakukan rakyat Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatan hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga manusia, eksploitasi kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan bangsa penjajah. Portugis pertama kali datang ke Indonesia memonopoli perdagangan di Indonesia selalu memaksakan keinginannya dengan jalan kekerasan mereka menaklukan kerajaan-kerajaan yang tak mau tunduk.
Bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda hasilnya semakin buruk jauh lebih buruk dan lebih lama dan penjajahan yang dilakukan oleh VOC menerapakan beberapa kebijakan yang sangat merugikan, antara lain:
1.      Sistem monopoli perdagangan ( menguasai seluruh perdagangan)
2.      Kerja rodi ( kerja paksa tanpa upah)
3.      Pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat
4.      Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC
5.      Pelayaran Hongi ( mendayung perahu kora-kora di perairan maluku)
6.       Ekstripasi ( penebangan tanaman yang melanggar aturan monopoli )
7.      Tanam paksa ( menanam tanaman keperluan ekspor VOC ke Eropa)
Rakyat sangat menderita karena harus kerja rodi menyerahkan semua hasil tanamn dan itu berlangsung lama rakyat akhirnya kelaparan dan akhirnya meninggal dunia. Penyerahan pajak ke VOC harus dalam bentuk barang yaitu hasil pertanian mereka bukan dalam bentuk uang seperti sistem pajak tanah. Vandenbosch berpendapat bahwa sistem ini dapat menaikan tanaman dagangan yang dikirim ke Belanda, menguntungkan rakyat tidak lagi harus membayar pajak tanah.
Ketentuan tanam paksa sebagai berikut:
a.       Menyediakan sebagian dari tanahnya untuk menanam tanaman yang dapat dijual di pasaran eropa.
b.      Bagian dari tanah pertanian untuk tujuan ini tidak boleh melebihi sperlima dari tanah pertanian.
c.       Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu penanaman padi.
d.      Bagian dari tanah untuk menanam tanamamn wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
e.       Tanaman wajib diserahkan kepada pemerintah hindia belanda jika ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar maka selisih akan dikembalikan.
f.       Panen yang gagal akan dibebankan pada pemerintah.
g.      Pengerjaan tanah di bawah pengawasan kepala pemerintah.
Dalam prakteknya ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan oleh para pegawai pemerintah Hindia Belanda dan para pemimpin pribumi yang mencari keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri tanam paksa sangat menyengsarakan rakyat.
2.2.3      Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo. Tangggal kelahiran Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya Kebangkitan Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan berbeda dengan perjuangan sebelumnya.
Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908:
1.        Perjuangan dlakujan dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
2.        Para pemimpin berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
3.        Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan lagi.
Menurut Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di percepat oleh faktor:
1.        Perlawanan bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
2.        Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1885
3.        Kegiatan Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
4.        Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
5.        Keberhasilan dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
6.        Pecahnya Perang Dunia I
7.        Didirikannya Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
Budi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional.
1.                  Sarekat Islam
Sarekat Islam semula bernama Sarekat Dagang Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh Haji Samanhudi. Sarekat Islam didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk menentang penghinaan terhadap rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan untuk menentang kristenisasi dan melakukan perlawanan terhadap kecurangan para pejabar Eropa dan Bumiputra.
Gerakan Sarekat Islam berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan terhadap penindasan penjajah kepada pihak Indonesia. Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat menarik massa. Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang pertama di Indonesia. Penggerak Sarekat Islam yang terkenal adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, dan Suryopranoto.
2.                  Indische Partij
Didirikan pada 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Douwes Dekker yang terkenal dengan nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh Indische Partij lainnya adalah dr. Tjipto mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
Indische Partij berpijak pada asas nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka, sehingga menarik banyak massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah Indische Nationalisme. Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama di Indonesia. Organisasi ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia Belanda bersifat tegas dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin Indische Partij juga dibuang ke Belanda. Setelah itu Indische Partij diganti namanya menjadi Partai Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi terhadap rakyat.
3.                   Gerakan Pemuda
Gerakan pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo, namun karena lebih didominasi oleh golongan tua, maka para golongan muda keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri Koro Darmo yang berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R. Satiman Wiryosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida tujuan mulai, yaitu: sakti, budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah mencapai Jawa Raya dengan memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok. Azas Tri Koro Darmo adalah:
1.        Menumbuhkan pertalian antara murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-kursus perguruan kejuruan dan sekolah rakyat.
2.        Menambah pengetahuan umu bagi anggota-anggoatanya
3.        Membangkitkan dan mempertajam perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.
Dalam Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri Koro Darmo berubah nama menjadi Jong Java. Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya agar dapat mebnagun Jawa Raya dengan cara mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota dan menumbuhkan cinta pada budaya sendiri.
Organisasi Pemuda Indonesai di luar negeri yang paling terkenal adalah Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi ke dunia luar tentang perjuangan rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia mempunyai arah ke politik terutama ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A. Subardjo.
4.                  Partai Nasional Indonesia
PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai ini bersifat radikal. Tujuan dari PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan Indonesia yang akan dicapai dengan asas percaya pada diri sendiri. Dengan asas ini PNI bersikap nonkoperatif, artinya tidak mau bekerjasama atau iku serta dengan dewan-dewan bentukan Belanda.
Dalam kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya mempengruhi pikirn organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga berpengaruh positif pada organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah pemuda, dan organisasi persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan perempuan Indonesia.
Kemajuan PNI dalam membawa rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan membuat pemerintah kolonial Belanda merasa cemas. Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan anggota PNI pada 29 Desember 1929.
5.                   Fraksi Nasional
Fraksi nasional dalan volksraad didirakan pada 27 Januari 1930 di jakarta yang beranggotakan 10 orang anggota volksraad dengan ketua Moh. Husni Thamrin.
Fraksi nasional mempunyai tujuan untuk menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:
a.      Mengusahakan perubahan-perubahan ketatanegaraan.
b.     Berusaha menghapuskan perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai antithese colonial.
c.      Mengusahakan kedua hal tersebut di atas dengan cara-cara yang tidakbertentangan dengan hukum.
2.2.4    Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
Ketika Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Factor yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan dari Jepang.
Akhirnya setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi  kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari belenggu penjajahan.

BAB III
PENUTUP
3.1.            KESIMPULAN
Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut:
Mengenang sejarah tidaklah sesempit memahami gurauan. Namun mempelajari sejarah adalah jauh lebih mendalam daripada kita memahami realitas saat ini. Karena sejarah adalah salah satu dari bagian bangunan waktu, yang darinya kita dapat berdiri saat ini dan mendirikan serangkaian peristiwa baru yang lain. Sejarahlah yang menjadi pondasi waktu, karena sejarahlah kita ada saat ini. Dan tidak hanya kita, bahkaan bangsa kita serta dunia sekalipun adalah dibangun oleh sejarah-sejarah luar biasa umat manusia.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari perjuangan kemerdekaan masa kebangkitan nasional, pastilah sangat banyak dan beragam tergantung bagimana kita memandangnya. Dan setidaknya tiga pelajaran penting dari sejarah kebangkitan nasional ini.
Yang pertama adalah bahwa apabila kita menginginkan satu cita-cita bersama, kita tidak bias meraihnya dengan hanya sekelompok orang atau bahkan sendirian.namun yang kita perlukan adalah persatuan seluruh kekuatan manusia yang ada guna menuju pencapaian tujuan bersama tersebut. Seperti perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia ini dulu, ketika kedaerahan membawa kegagalan, maka jawabannya adalah persatuan yang membawa keberhasilan.
Kedua, persatuan tidak akan terwujud begitu saja. Persatuan tidak bermakna hanya sekedar berkumpulnya beberapa atau banyak orang, namun persatuan adalah lebih kepada tersinergikannya suatu kelompok kekuatan secara rapi. Hal tersebut disebut terkoordinasi secara baik. Dalam realitasnya, koordinasi tersebut terwujud dalam wadah perjuangan masyarakat berupa organisasi. Jadi jika kita hendak bertindak pada arah cita-cita, kita harus berorganisasi. Organisasi pun tidak bermakna hanya sekedar organisasi yang merupakan wadah bagi beberapa orang yang bervisi sama, namun juga berarti kepada setiap pribadi setiap orang. Karena organisasi adalah berarti senantiasa mengorganisir segala sesuatu secara rapi dan teratur, memiliku rencana-rencana dan strategi yang jelas untuk melangkah pada suatu tujuan. Tanpa adanya suatu organisasi yang baik, langkah kita dalam mencapai suatu cita-cita adalah sulit. Seperti tujuan kemerdekaan Indonesia ini dulu, bangsa Indonesia telah menyusun rencananya dalam wadah-wadah organisasi yang rapi berupa partai-partai nasional sehingga pada akhirnya tercapailah mimpi proklamasi kemerdekaan Indonesia
Kemudian yang ketiga adalah kemauan yang membawa perwujudan. Keinginan yang tinggi bangsa Indonesia untuk merdeka, sesungguhnya bukanlah sekedar hanya keinginan , namun senantiasa di wujudkan dalam perjuangan-perjuangan nyata.
Oleh karena itu dalam mewujudkan suatu impian ,kita harus mau bertindak segera karna mimpi akan tindakan hanyalah akan berupa mimpi dalam pikiran kita ,jika ingin melihatnya sebgai kenyataan maka kita harus membangunnya.
3.2.            SARAN
Adapun dari penulisan makalah ini kami selaku penulis menyarankan kepada generasi muda agar tetap mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara ikut berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mencontoh semangat para pahlawan terdahulu dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh warga Indonesia wajib menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan Indonesia.
 
http://gita-risda2.blogspot.com/2013/10/makalah-perjuangan-bangsa-indonesia.html